Tentang Kebencian
Based on my experiences
Dalam blog kali ini gw bakalan bahas yang namanya kebencian. Dilihat dari segi bahasa, menurut KBBI benci mempunyai arti sangat tidak suka. Suatu ungkapan yang datang dari jiwa yang pastinya mempunyai aura negatif. Lalu mengapa orang bisa jadi benci dan apa penyebabnya ?
In my opinion, penyebab benci bisa karena faktor psikologis. Kita bisa saja benci kepada orang yang belum kita kenal. "Orang lebih suka dan menghargai mereka yang mengekspresikan emosi positif yang paling dihargai oleh budaya mereka sendiri," ungkap Tsai. Professor psikologi dari Sanford university. Jadi jika bertemu orang dan melihat ekspresi negatif dari nya (marah, sedih, kecewa) otomatis otak kita memindai dan timbul rasa tidak suka terhadap orang tersebut.
Yang kedua karena hasutan. Faktor kedua bisa dikatakan faktor dari luar diri manusia. Kita bisa terpengaruh oleh hasutan orang lain yang membuat kita tidak suka terhadap seseorang. Gw pernah alami saat jaman SMP waktu itu booming APWG (Anti Pee Wee Gaskins) sebuah komunitas yang mengatasnamakan orang-orang yang benci/anti terhadap Band Pee Wee Gaskins. Banyak hasutan/ujaran kebencian terhadap Band tersebut. Dikatakan Homo, alay, dan yang lainnya. Gw saat itu terpengaruh dan ikut dalam komunitas tersebut. Namun berjalannya waktu gw penasaran mengapa band itu dibenci. Ternyata karena salah satu personel nya pindah dari band lain ke band itu dan itulah salah satu penyebab banyak orang yang benci. Namun ada beberapa faktor yang lain. Tapi yang patut digarisbawahi bahwa band PWG bisa terus eksis dan membuktikan bahwa segala hadangan yang ada di depannya mampu mereka lewati. Dengan banyak prestasi yang mereka raih salah satu nya Menggung di beberapa negara Malaysia, Filipina hingga Jepang. It's awesome!. Mereka merubah energi negatif yang mereka terima untuk diubah menjadi bahan bakar. Contoh lain ketika Pemilu/Pilpres kemarin. Gwe jelasin bukan karena gw memilih salah satu calon tapi berdasarkan fakta yang ada. Bagaimana Pak Jokowi menerima banyak fitnah dan tuduhan dari lawan politik. PKI, Aseng, Anti Islam, presiden yang tunduk kepada asing dan yang lainnya. Seakan lawan politik tidak pernah lelah memberikan pressure kepada presiden. Hingga ujaran kebencian menyebar ke penjuru negeri dan dipercaya oleh banyak orang. Mereka mempercayai hoax tersebut tanpa mengecek kebenaran berita. Namun apa yang pak Jokowi lakukan? Beliau hanya diam bersabar dan tidak membalas sedetikpun. Energi yang ada seluruhnya dicurahkan untuk membangun negeri. Bisa kita lihat pembangunan yang masif untuk menopang perekonomian bangsa. Jalan, bendungan, saluran irigasi, dan infrastruktur pendukung lainnya. Sehingga ekonomi kita menguat dan dapat mengejar ketertinggalan dengan negara lain.
Dua hal yang menjadi point adalah jangan balas kebencian dengan kebencian. Namun balas dengan cara yang elegan. Tetaplah meraih prestasi mu dengan caramu sendiri.
Sebagai penutup gw mau jelasin filosofi jari tengah. Saat loe jadi hater, jari tengah Lo naik. Perhatikan jari telunjuk, kemana arah nya ? Bawah!. Selama Lo jadi hater maka selama itu lah loe akan ada di level itu. Being hater, it is useless dan itu cuma buang-buang energi Lo dan loe gak bisa berkembang di saat orang yang loe benci semakin naik. Sekarang jari telunjuk Lo naikin, maka arah nya keatas. Berdamailah dan loe akan semakin naik. Karena saat itulah energi Lo bisa Lo gunakan untuk hal positif, salah satu nya mengembangkan kompetensi Lo.
Jangan mudah terhasut, jadilah orang patut
Think positive! You Will be better
Good bye, God Bless You
Rabu, 08 Mei 2019
Minggu, 05 Mei 2019
The Most Comfortable Place is Family part 1
What's your opinion ? Kita memang terlahir dari latar belakang keluarga yang berbeda. Tetapi sebelum kita dikandung, Tuhan telah merencanakan dimana kita lahir. Tidak ada yang salah dengan keluargamu. Itu hanya cara Tuhan untuk mengajarimu kelak berkeluarga. Karena setiap orang memiliki cerita yang berbeda
Dan ini cerita ku..
Aku lahir di keluarga yang berkecukupan. Almarhum bapak bekerja sebagai Kepala sekolah di salah satu SD negeri. Ibu bekerja sebagai buruh pabrik. Sejak kecil aku dirawat oleh nenekku. TK, SD, Bahkan sampai sekarang kuliah pun aku masih tinggal dengan nenek. Jadi saat bapak dan ibu bekerja, aku pasti dititipin ke rumah nenek. Jadi terbiasa tinggal di rumah nenek daripada di rumah sendiri. Bahkan aku lebih kenal orang di daerah nenek ku daripada rumahku sendiri hehehe
Segalanya telah aku miliki. Harta, kasih sayang, pelajaran dan yang lain hingga bapakku meninggal saat aku kelas 4 SD. I lost everything that i have. Shock, being heartbreak saat melihat ibu menangis saat itu. By the way, aku punya kakak tiri dari hasil pernikahan bapak dulu.
Setelah saat itu, ibu banting tulang untuk menafkahi keluarga. Ibu pribadi yang kuat dan lembut. Peran bapak diambil oleh beliau. Hingga aku beranjak dewasa ibu tetap jadi yang terhebat.
Setiap malam aku mendengar ibu nangis dan berdoa. Kehilangan orang yang dicintai memang berat. Sedih rasanya, seorang ibu yang masih muda dan anak sekecil itu harus rela kehilangan suami dan bapak. Hidup saat itu sulit, bukan hanya ekonomi tapi mental. Aneh rasanya yang biasa nya minta ini itu sudah pasti dituruti. Proses penerimaan ini berlangsung sedikit demi sedikit. But, life must go on.
Kalian pasti bertanya "kok judulnya gak ada relate dengan isi ?". Kalian akan mendapatkan jawabannya di part 2 nanti
God bless you
Welcome to my new blog!
Hello everyone,
It nice to see you!
I hope that i can write my opinion regulary.
Saya Yosua Anang Arniawan, 20 Agustus 1997, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris Universitas Slamet Riyadi.
Thank you
It nice to see you!
I hope that i can write my opinion regulary.
Saya Yosua Anang Arniawan, 20 Agustus 1997, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris Universitas Slamet Riyadi.
Thank you
Langganan:
Postingan (Atom)
